Minggu, 19 Desember 2010

Pentingnya Tujuan Hidup

Setiap orang melakukan suatu aktivitas dalam hidupnya, pasti memiliki motivasi dan tujuan tertentu. Ada yang mengejar sesuap nasi, memburu cita-cita, memenuhi panggilan hidup dengan melayani orang lain dan tujuan yang lainnya. Namun ada sebagian orang melakukan aktivitas dalam kehidupannya hanya sekedar untuk melewatkan waktu, tanpa ada motivasi dan tujuan yang lain. Akibatnya orang tersebut tidak mampu mengembangkan potensi dirinya secara maksimal untuk mencapai suatu prestasi. Bahkan lebih dari itu aktivitas yang dilakukannya akan menghasilkan emosi negatif karena ketidakpuasan yang dirasakannya. Mengapa sesorang bisa mengalami kehilangan atau penurunan motivasi dan tujuan hidup? Dan bagaimana agar seseorang tetap memiliki motivasi dan tujuan hidup?

Robert E Franken ( Human Motivation: 2002), mengatakan bahwa perilaku manusia merupakan usaha untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Manusia melakukan interaksi dengan lingkungannya dengan tujuan untuk menguasai lingkungan dan menjaga kelangsungan hidupnya. Adanya tujuan tersebut mendorong manusia untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Namun dalam proses belajar dan mengembangkan dirinya, manusia kadang-kadang mengalami berbagai kesulitan yang seringkali dirasakan sebagai ancaman terhadap kelangsungan hidupnya. Timbulnya kesulitan-kesulitan hidup dapat mengaktifkan sirkuit otak sehingga timbullah energi untuk berperilaku.

Dalam teori lain dijelaskan bahwa tujuan hiduplah yang menentukan arah perilaku seseorang. Menurut teori ini tujuan dapat menciptakan ketegangan dan setiap orang akan bergerak ke arah tujuan untuk mengurangi ketegangan. Oleh karena itu arah dan energi perilaku merupakan hasil dari adanya tujuan. Tujuan dapat berkembang dari adanya kebutuhan. Tanpa adanya kebutuhan yang berkembang menjadi tujuan atau tanpa adanya tujuan yang dikembangkan dalam hidupnya, maka seseorang tidak akan memiliki energi yang mendorongnya untuk bertindak atau kehilangan motivasi hidup.

Untuk dapat menjaga kelangsungan hidup dan meraih keberhasilan dalam hidup, setiap orang harus mampu mengembangkan dirinya. Pengembangan diri dapat dilakukan dengan mengembangkan ketrampilan, belajar mengahadapi tantangan-tantangan, mampu melakukan interaksi yang baik dengan lingkungan, mampu menyusun tujuan-tujuan dan mampu mengembangkan kepercayaan diri bahwa dirinya punya kemampuan dibandingkan dengan orang lain.

Beberapa hal yang berhubungan dengan pengembangan diri adalah:

1. Sense of control

Yang dimaksud dengan sense of control adalah keyakinan seseorang bahwa dirinya sendirilah yang harus mengendalikan hidupnya atau peristiwa-peristiwa yang dialaminya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sense of control merupakan kognisi dasar untuk membangun optimisme dan harapan yang dapat mendorong seseorang untuk terus mengembangkan dirinya.

2. Kebutuhan untuk berprestasi dan penguasaan ketrampilan

Kebutuhan untuk mencapai prestasi dan menguasai ketrampilan secara maksimal merupakan dasar yang penting untuk mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan yang memungkinkan seseorang untuk sukses dalam berinteraksi dengan lingkungan dan meraih tujuan hidupnya.

3. Self esteem

Menurut Deaux: 1993, self esteem didefinisikan sebagai penilaian sesorang terhadap diri sendiri, baik positif maupun negatif. Orang yang memiliki keyakinan akan kemampuan-kemampuan yang dimilikinya dan merasa dirinya bernilai adalah orang yang memiliki harga diri yang positif dan sebaliknya.

Dengan memiliki tiga hal tersebut seseorang dapat mengembangkan dirinya untuk mencapai tujuan hidupnya. Namun apabila ketiga hal tersebut tidak dimiliki seseorang, maka orang tersebut dapat gagal mengembangkan dirinya yang berarti gagal pula orang tersebut dalam mengembangkan tujuan hidupnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar